LAPORAN AKHIR MODUL 1
JURNAL PRAKTIKUM
POTENSIOMETER, TAHANAN GESER DAN JEMBATAN WHEASTONE
Nama : Fakhry Sulthan Irshadi
No BP : 2410952043
Tanggal Praktikum : 25 Maret 2025
Asisten : Nanda Zahril Pasya
Farel Afeldo
Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran dan Rangkaian Listrik
MODUL 1 : Jembatan Wheatstone dan Tahanan Geser
Penentuan Karakteristik Alat Ukur
Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Seri
Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Parallel
Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
1. Mengamati dan Memahami Simbol serta Data dari Alat Ukur
a. Ambil alat ukur seperti dibawah ini:
• Voltmeter (model 2011)
• Amperemeter (model 2013)
b. Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut.
c. Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan tuliskan karakteristik alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.
2. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.4
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.
3. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Paralel
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.5
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.
4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.6
b. Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.
c. Hubungkan Ampermeter pada rangkaian sebesar 0-100mA.
d. Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.
e. Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada jembatan wheatstone.
f. Kemudian hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada potensiometer.
g. Hidupkan power supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan angka 0 pada multimeter.
h. Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply.
i. Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada tabel 4.
1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!
Jawab :
· Voltmeter adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan pada suatu rangkaian atau komponen yang ingin dicari nilai tegangannya. Dengan cara penggunaannya voltmeter dipasang paralel terhadap yang ingin diukur tegangannya.
-Voltmeter diamati model tahun 2011
-Prinsip Kerja : Besi Putar
-Tingkat Ketelitian : 0.5
-Posisi : Horizontal
-Kelas Isolasi : 3
-Jenis Input : AC
-Range Skala : 0-300
0-750
-Faktor Pengali : 750, 300
-Sensitivitas : 45-65 Hz
· Amperemeter adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian yang ingin dicari nilai arusnya. Dengan cara penggunaannya amperemeter dipasang seri dengan rangkaian yang akan diukur arusnya.
-Amperemeter diamati model tahun 2013
-Prinsip Kerja : Galvano / Kumparan
-Tingkat Ketelitian : 0.5
-Posisi : Horizontal
-Kelas Isolasi : 3
-Jenis Input : AC
-Range Skala : 0-20
0-5.0
-Faktor Pengali : 2, 5, 10, 20
-Sensitivitas : 45-65 Hz
2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian Seri!
Jawab :
Berdasarkan hukum ohm variasi hambatan dari tahanan geser dan potensiometer dapat mempengaruhi arus, karena besarnya arus dipengaruhi besar atau kecilnya nilai dari suatu hambatan. Jika R semakin besar maka I akan semakin kecil, dan sebaliknya. Sesuai dengan hukum ohm, dimana arus berbanding terbalik dengan hambatannya dan arus sebanding dengan besar tegangan.
![]() |
| Persamaan arus pada hukum Ohm |
I pada percobaan bernilai sama pada semua hambatan, karena arus pada rangkaian seri bernilai sama (I = Ixa=Ixb=Ixc) lalu I = Vtotal/Rtotal. Tegangan meningkat seiring bertambahnya hambatan (V=IR).
3. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian Paralel!
Jawab :
Perbandingan variasi hambatan menggunakan tahanan geser dan potensiometer mempengaruhi arus, sebab arus berbanding terbalik dengan resistor (I ~ 1/R). Semakin besar nilai R, maka I akan semakin kecil. Namun, arus yang tercatat pada percobaan merupakan nilai masing masing resistor (I = Vth/R) Sehingga penurunan arus akan secara eksponensial terhadap masing” besar resistansi resistor
4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheastone!
Jawab:
Jadi diperoleh toleransi sebesar 0,19% <5%. Hal ini menunjukkan bahwa kesalahan dalam penggunaan jembatan wheatstone sangat rendah dan mengindikasikan tingkat ketelitian atau keakuran yang tinggi menggunakan jembatan wheastone dalam pengkuran resistansi potensiometer.
Laporan Akhir [Klik Disini]
Video Percobaan [Klik Disini]
Video Analisa [Klik Disini]


Komentar
Posting Komentar