LA M2



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM TRANSISTOR

Nama                              : Fakhry Sulthan Irshadi

No BP                             : 2410952043

Kelompok                       : 20

Tanggal Praktikum        : 30 September 2025

Asisten Praktikum         : 1. Dean Aulyanisa

                                    

1.    Fixed Bias

Tabel 4.1 Percobaan fixed bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

10,8 v

Vrc

11,02 v

Vb

1,104 v

Vc

0,918 v 

Vbe

0,825 v

Vce

0,501 v 

Ib

0,81 mA

Ic

0,85 mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output


 



2.    Emitter Stabillized Bias

Tabel 4.2 Percobaan emitter stabillized bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

0,073 V

Vrc

0,106 V

Vre

0,037 V

Vb

0,530 V

Vc

0,490 V

Ve

0,013 V

Vbe

0,516 V

Vce

0,469 mV

Ib

0,05 mA

Ic

0,04 mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output


 



3.    Self Bias

Tabel 4.3 Percobaan self bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrc

 0,809 V

Vrb

 0,388 V

Vre

 11,27 V

Vb

 11,92 V

Vc

 11,28 V

Ve

 11,27 V

Vbe

 0,6 V

Vce

 0,35 V

Ib

 1,12 mA

Ic

 1,32 mA

Gelombang Input

Gelombang Output


 




4.    Voltage Divider Bias

 

Tabel 4.4 Percobaan voltage divider bias

Parameter

Nilai Pengukuran

VR1 & VR2

                11 V & 328mV

Vrc

                1 V

Vre

             11,20 V

Vb

             11,81 V

Vc

             11,10 V

Ve

             11,17 V

Vbe

              0,63 V

Vce

              3,9 mV

Ib

             0,10 mA

Ic

               1 mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output


 



5.    Power IC dengan Regulator 

Ic

Vin

Kapasitor

Resistor

Vout

7805

 5 V

 0,1uF (Ca) 
1uF (Cb)

 220 ohm

 5,64 V

7809

 9 V

 0,1uF (Ca) 

1uF (Cb)

 220 ohm

 10,05 V

7812

 12 V

 0,1uF (Ca) 

1uF (Cb)

 220 ohm

 8,83 V

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Fixed Bias

    Pertama, pada rangkaian fixed bias sebuah resistor basis (RB) dihubungkan langsung dari sumber catu daya VCC ke basis transistor sehingga basis menerima tegangan tetap dari VCC. Kedua, arus basis kira-kira dapat diperkirakan dengan rumus IB ≈ (VCC − VBE)/RB, di mana VBE sekitar 0,7 V untuk transistor silikon; arus kolektor kemudian kira-kira IC ≈ β·IB. Ketiga, karena nilai IB ditentukan oleh RB dan VCC saja, perubahan parameter transistor seperti β atau perubahan suhu menyebabkan perubahan besar pada IC dan perpindahan Q-point; oleh karena itu rangkaian ini kurang stabil. Keempat, keunggulan rangkaian ini adalah kesederhanaan dan sedikit komponen, sedangkan kelemahannya adalah sensitivitas tinggi terhadap variasi transistor dan suhu sehingga jarang dipakai bila diperlukan kestabilan.

2. Emitter Stabilized Bias (Bias dengan Resistor Emitter)

    Pertama, rangkaian emitter stabilized memasang resistor pada emitter (RE) sehingga emitter tidak langsung ke ground tetapi melalui RE. Kedua, ketika arus kolektor cenderung naik, arus emitter ikut naik sehingga tegangan emitter VE = IE·RE meningkat dan akibatnya VBE efektif (VB − VE) berkurang; pengurangan VBE ini menurunkan arus basis IB dan menahan kenaikan IC—itulah mekanisme umpan balik negatif. Ketiga, secara praktis arus dan tegangan kerja dapat didekati dengan IE ≈ (VB − VBE)/RE sehingga RE menstabilkan IE dan IC terhadap perubahan β dan suhu. Keempat, efek sampingnya adalah sebagian tegangan sinyal hilang di RE (pengurangan gain) sehingga sering dipasang juga kapasitor bypass pada RE untuk mengembalikan gain pada frekuensi sinyal.

3. Self Bias (Collector-Feedback Bias atau Bias Otomatis)

    Pertama, pada konfigurasi self bias terdapat resistor yang menghubungkan kolektor ke basis sehingga tegangan base bias bergantung pada tegangan kolektor. Kedua, bila IC meningkat maka tegangan pada kolektor VC turun (karena drop di RC menjadi lebih besar); penurunan VC itu menurunkan tegangan yang diberi ke basis sehingga IB menurun dan IC kembali turun — ini menghasilkan stabilisasi otomatis melalui feedback dari kolektor. Ketiga, mekanisme ini lebih stabil daripada fixed bias karena adanya feedback negatif, namun masih kurang stabil dibandingkan voltage divider bias karena basis masih dipengaruhi langsung oleh kondisi kolektor dan β transistor tetap memberi kontribusi pada variasi. Keempat, desain self bias relatif sederhana dan berguna bila ingin menambahkan stabilitas tanpa rangkaian pembagi tegangan yang lengkap.

4. Voltage Divider Bias (Bias Pembagi Tegangan)

    Pertama, metode ini membentuk pembagi tegangan dari dua resistor (R1 dan R2) antara VCC dan ground sehingga titik antara R1 dan R2 memberi tegangan basis VB yang hampir tetap menurut VB = VCC·R2/(R1+R2). Kedua, nilai VB menetapkan arus emitter dan kolektor melalui hubungan IE ≈ (VB − VBE)/RE sehingga IC ≈ IE (dengan IB kecil dibanding IE), sehingga titik kerja menjadi relatif independen dari β transistor. Ketiga, untuk memastikan VB tidak banyak berubah akibat arus basis, arus lewat jaringan pembagi biasanya dibuat beberapa kali lebih besar daripada IB (praktik umum: 5–10 kali IB), sehingga basis tidak “menarik” tegangan pembagi. Keempat, bila IC berubah karena suhu atau variasi β, perubahan VE melalui RE mengurangi atau meningkatkan VBE sehingga ada umpan balik negatif yang menahan pergeseran Q-point; kombinasi pembagi tegangan dan resistor emitter menjadikan metode ini paling stabil dan paling sering dipakai pada rangkaian amplifier.

5. Power IC dengan Regulator

    Pertama, tujuan utama power IC regulator adalah menjaga tegangan keluaran tetap konstan walaupun tegangan input atau arus beban berubah. Kedua, pada regulator linear prinsip kerjanya adalah memakai referensi tegangan internal dan sebuah amplifier kesalahan yang membandingkan tegangan keluaran dengan referensi; keluaran amplifier mengendalikan transistor pass seri sehingga tegangan keluar disetel dengan terus-menerus mengubah drop pada transistor tersebut. Ketiga, kelemahan regulator linear adalah efisiensi rendah karena selisih tegangan Vin−Vout diubah menjadi panas pada transistor pass, sehingga daya hilang sebanding dengan (Vin − Vout)·Iout. Keempat, pada switching regulator prinsipnya berbeda: transistor switching menyalakan dan mematikan dengan frekuensi tinggi dan duty cycle dikontrol oleh loop umpan balik; komponen seperti induktor dan kapasitor menyaring bentuk pulsa menjadi tegangan DC yang diinginkan sehingga efisiensi jauh lebih tinggi dan disipasi daya menjadi kecil. Kelima, regulator terpadu biasanya berisi rangkaian referensi tegangan, penguat kesalahan, elemen pass atau switch, dan jaringan umpan balik sehingga pengguna hanya perlu sedikit komponen eksternal; contoh IC yang umum dipakai adalah seri 78xx (regulator linear tetap) dan LM317 (linear yang bisa disetel), sedangkan pada switching ada IC controller buck, boost, atau buck-boost.

3. Video Percobaan [Kembali]

Video Analisa Kondisi


 Video Emitter Stabilizer



IC Power

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian self bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.  

Jawab:

    Transistor pada rangkaian self bias ini bekerja dengan VBE = 0,6 V sehingga kondisi mendekati aktif. Karena itu transistor tidak berada di daerah aktif linier, melainkan sudah condong ke saturasi (terbukti juga dari VCE = 0,35 V yang terlalu kecil). Hal ini menyebabkan sinyal output mengalami distorsi dan penguatan tidak maksimal, meskipun prinsip self-bias tetap berjalan.


2. Analisa prinsip kerja dari rangkaian voltage divider bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab:

    Rangkaian voltage divider bias bekerja dengan menjaga tegangan basis stabil melalui pembagi tegangan, sehingga transistor tetap dalam kondisi aktif (VBE ≈ 0,63 V). Hasil percobaan menunjukkan transistor bekerja pada daerah aktif, ditunjukkan oleh adanya arus kolektor dan bentuk output yang masih sinus. Namun, karena penguatan kecil (β rendah dan VCE kurang ideal), sinyal output tidak teramplifikasi besar dan cenderung melemah.


3. Analisa pengaruh variasi kapasitor dan resistor terhadap output pada rangkaian Power Supply dengan IC Regulator.

Jawab:

    IC regulator seri dirancang untuk menghasilkan tegangan keluaran tetap sesuai tipenya (7805 = 5 V, 7809 = 9 V, 7812 = 12 V). Pada rangkaian, kapasitor input (0,1 µF) digunakan untuk meredam gangguan frekuensi tinggi, sedangkan kapasitor output (1 µF) menjaga kestabilan tegangan dengan mengurangi ripple. Resistor 220 Ω berfungsi sebagai beban untuk menguji kestabilan regulator saat mengalirkan arus. Secara teori, kapasitor yang dipasang seharusnya membuat output lebih halus dan stabil, serta resistor beban menjaga agar regulator tetap dalam kondisi kerja. Namun dari data terlihat hasil yang tidak sesuai spesifikasi. Hal ini terjadi karna kondisi IC yang kurang baik atau berbeda beda.

5. Download File[Kembali]

1. Download File Rangkaian [KLIK DISINI]
2. Download Laporan Akhir [KLIK DISINI]
3. Download Datasheet Resistor [KLIK DISINI]
4. Download Datasheet Transistor [KLIK DISINI]
5. Download Datasheet Kapasitor [KLIK DISINI]


Komentar

Postingan Populer